Langkanya Orang yang Sabar

Pagi hari di perempatan soekarno-hatta – buah batu saya mengalami kejadian yang kuanggap cukup membuat saya merasakan kondisi manusia zaman sekarang yang mulai mengalami penurunan tingkat kesabaran dan meningkatnya emosi karena individualitas yang semakin meningkat.

Dari arah buah batu yang akan menuju dayeuh kolot di setiap paginya mengalami perubahan alur sehingga tidak dapat langsung lurus melalui perempatan tapi harus belok kiri lalu memutar di perempatan selanjutnya. Sedangkan pengguna jalan dari arah soekarna-hatta dan dayeuh kolot yang akan menuju buah batu bisa menggunakan lajur kanan juga sehingga mereka memiliki tambahan lebar jalan di buah batu.

Namun pada hari itu tidak ada rambu-rambu yang menandakan setiap pengguna jakan harus belok sehingga saya yang pada saat itu akan menuju kampus dari arah buah batu berkesimpulan bahwa tidak salah jika saya melalui perempatan dan tidak perlu belok kiri. Saya pun berhenti di perempatan karena lampu merah menyala.

Namun yang tejadi adalah pengguna jalan dari arah soekarno-hatta dan dayeuh kolot tetap saja melalui jalan yang disitu ada saya yang sedang menunggu lampu hijau menyala. Saya anggap wajar karena mungkin suda menjadi kebiasaan mereka setiap pagi menggunakan jalan tersebut. Namun ketika kendaraan-kendaraan lain yang bertujuan sama dengan saya mulai memenuhi perempatan menemani saya, pengguna jalan yang lain tidak lagi bisa melalui jalan tersebut karena akan berhadapan dengan kendaraan-kendaraan yang sedang berhenti menuggu lampu hijau menyala bersama saya. Terpakasa pengguna jalan tersebut harus menggunakan lajur kiri seperti sebagaimana normalnya.

Kejadian yang dimaksud pun terjadi. Seorang ibu-ibu pengemudi mobil dari arah soekarno-hatta yang akan menuju buah batu membuka kaca mobilnya dan dengan gerakan yang sepertinya disertai emosi, dia melambai-lambaikan tangan mengisyaratkan bahwa saya seharusnya belok kiri. Saya pun hanya senyum saja dan pura-pura tidak melihat. Tapi sambil berjalan, ibu tersebut terus memanggil saya kira-kira maksudnya seperti ini :”hey..!!kamu tuh harusnya belok kiri.”

Sopir angkot yang berada di samping saya pun terpancing emosinya dan berkata kira-kira maksudnya seperti ini: “di sini tuh ga ada tanda harus belok..!!!”

About Yusuf1710

|| Nama Lengkap : Robby Yusuf Pratama || Nama Panggilan : Yusuf || e-Mail Address : yusuf1710@yahoo.com & robby.yusuf@gmail.com || YM! ID : yusuf1710 || Address : Bandung, Jawa Barat 40125 || Mobile Phone : 087822112399 || Gender : Male || Date of Birth : 17 Oktober || Hometown : Bandung || Relationship Status : Single || Looking For : Friends, Activity Partners, Serious Relationship || Drinking : No || Smoking : No || Religion : Muslim

Posted on 16/01/2009, in Artikel, Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: